<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ketika semua umat beragama saling beradu argumen dan pendapat</title>
	<atom:link href="http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat</link>
	<description>Perpustakaan &#38; Komunitas Buddhis Online</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 13:19:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Henry Jusrin</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/comment-page-1/#comment-7980</link>
		<dc:creator>Henry Jusrin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 06:02:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=453#comment-7980</guid>
		<description>Maaf, bila dalam artikel saya kemarin saya terlalu menggebu-gebu, dan terkesan seperti menyimpan amarah. Setelah saya introspeksi, ternyata saya memang salah. saya setuju dengan pernyataan sdr. Gandhy. kita hanya harus menjaga dhamma, bukan untuk memakai dhamma sebagai aspek pembalasan dendam. 

kenapa satu sekolah tidak diajarkan 5 agama, alasannya : 
1. kurang banyak sekolah yang luas (sempit), sehingga mereka kurang leluasa dan luas untuk menyediakan tempat ibadah bagi semua agama. 
2.  banyak sekolah berasal dari yayasan, yang notabena yayasan hanya mempunyai satu agama. susah untuk membuat 5 agama.
3. donatur yang sedikit yang mau menyumbangkan uang mereka untuk pembangunan 5 sarana beribadah


Pak Ali, Dhamma olahan kita maksudnya.. Dhamma yang sudah kita kelola dengan sebaik mungkin. dhamma yang tidak kita teriam dengan mentah-mentah, walaupun itu berasal dari Tripitaka. Sang Buddha sendiri bersabda bahwa kita harus menganalisa Dhamma, agar Dhamma itu akan kita terima dengan senang hati. 

namaste</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, bila dalam artikel saya kemarin saya terlalu menggebu-gebu, dan terkesan seperti menyimpan amarah. Setelah saya introspeksi, ternyata saya memang salah. saya setuju dengan pernyataan sdr. Gandhy. kita hanya harus menjaga dhamma, bukan untuk memakai dhamma sebagai aspek pembalasan dendam. </p>
<p>kenapa satu sekolah tidak diajarkan 5 agama, alasannya :<br />
1. kurang banyak sekolah yang luas (sempit), sehingga mereka kurang leluasa dan luas untuk menyediakan tempat ibadah bagi semua agama.<br />
2.  banyak sekolah berasal dari yayasan, yang notabena yayasan hanya mempunyai satu agama. susah untuk membuat 5 agama.<br />
3. donatur yang sedikit yang mau menyumbangkan uang mereka untuk pembangunan 5 sarana beribadah</p>
<p>Pak Ali, Dhamma olahan kita maksudnya.. Dhamma yang sudah kita kelola dengan sebaik mungkin. dhamma yang tidak kita teriam dengan mentah-mentah, walaupun itu berasal dari Tripitaka. Sang Buddha sendiri bersabda bahwa kita harus menganalisa Dhamma, agar Dhamma itu akan kita terima dengan senang hati. </p>
<p>namaste</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusmin</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/comment-page-1/#comment-7074</link>
		<dc:creator>yusmin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 18:18:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=453#comment-7074</guid>
		<description>Memahami agama haruslah memahami ajaran/pemahamnya. Semua agama mengklaim sebagai "kebenaran sesungguhnya ( kebenaran sejati)".
Padahal kebenaran di dunia ini kita bagi menjadi 3 kelompok.
1. Kebenaran pribadi (individual).
2, Kebenaran kelompok (group) dimana hal ini kebenaran pribadi diikuti banyak orang(penganut/pengikut).
3. Kebenaran umum (universal) yang sejati. dengan kriteria sbb:
   a. ajaranya berguna untuk diri sendiri
   b. berguna untuk yang lain.
   c. tidak merugikan diri sendiri
   d. tidak merugikan yang lain.
Kita mau ikut yang mana? Apakah Kebenaran yang dipropagandakan 
memenuhi 4 kriteria yang tersebut diatas?. Bacalah semua "kitab suci(?)" yang ada, apakah memenuhi 4 kriteria tsb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami agama haruslah memahami ajaran/pemahamnya. Semua agama mengklaim sebagai &#8220;kebenaran sesungguhnya ( kebenaran sejati)&#8221;.<br />
Padahal kebenaran di dunia ini kita bagi menjadi 3 kelompok.<br />
1. Kebenaran pribadi (individual).<br />
2, Kebenaran kelompok (group) dimana hal ini kebenaran pribadi diikuti banyak orang(penganut/pengikut).<br />
3. Kebenaran umum (universal) yang sejati. dengan kriteria sbb:<br />
   a. ajaranya berguna untuk diri sendiri<br />
   b. berguna untuk yang lain.<br />
   c. tidak merugikan diri sendiri<br />
   d. tidak merugikan yang lain.<br />
Kita mau ikut yang mana? Apakah Kebenaran yang dipropagandakan<br />
memenuhi 4 kriteria yang tersebut diatas?. Bacalah semua &#8220;kitab suci(?)&#8221; yang ada, apakah memenuhi 4 kriteria tsb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gandhy</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/comment-page-1/#comment-6908</link>
		<dc:creator>Gandhy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:40:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=453#comment-6908</guid>
		<description>mengapa kita harus meributkan sesuatu yang tidak penting, padahal tugas kita sebagai umat buddha adalah menjaga, melestarikan, dang mengembangkan dhama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa kita harus meributkan sesuatu yang tidak penting, padahal tugas kita sebagai umat buddha adalah menjaga, melestarikan, dang mengembangkan dhama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: S. B. Putra</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/comment-page-1/#comment-6849</link>
		<dc:creator>S. B. Putra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 13:08:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=453#comment-6849</guid>
		<description>Pertanyaan atas pertanyaan:

Kenapa sekolah harus mengajarkan HANYA 5 agama? Seharusnya semua agama yang dipelajari, bukan hanya 5.  Mata ajarannya pun sebaiknya bukan pelajaran agama, tetapi masuk ke mata pelajaran filsafat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan atas pertanyaan:</p>
<p>Kenapa sekolah harus mengajarkan HANYA 5 agama? Seharusnya semua agama yang dipelajari, bukan hanya 5.  Mata ajarannya pun sebaiknya bukan pelajaran agama, tetapi masuk ke mata pelajaran filsafat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan3000</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/comment-page-1/#comment-6702</link>
		<dc:creator>johan3000</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 07:43:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=453#comment-6702</guid>
		<description>Memilih komputer vs memilih agama.......

memilih komputer..........
- baca review, lihat spec, sesuaikan kebutuhan (game atau office)
- bandingkan harga beberapa top brand, pilih processor, hd, ram, dll
- boleh coba punya teman dgn spec yg sama (test drive dulu)
- pilih casing, keyboard, mouse, mouse pad, dll...(bila perlu test drive lagi)
- test drive lagi.... (spt peluncuran Macintosh... anda diperbolehkan bawa
  pulang utk testDrive... dan kalau senang baru beli)....

memilih agama....
- sejak kecil belum tau apa2, agama udah dipilihkan oleh ortu ataupun
  lingkungan........ jadi spt cinta buta atau cinta monyet......dan kalau 
  udah dewasa... kebiasaan tsb (tradisi/upacara agama) menjadi kebiasaan
  yg memang agak sulit dihilangkan...apa lagi famili2 memilih partai (agama)
  tsb..........

pertanyaan : 
1. Kenapa sekolah tidak mengajarkan agama (5 agama DIGILIR)....sejak tk
sampai SMA... dan setelah lulus, anak diberi kebebasan utk memilik!....?

2. Manusia bukan saja punyak hak utk sukses, tetapi juga HARUS DIBERI HAK UTK MENGETAHUI AGAMA...

3. Apa peran Menteri agama?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memilih komputer vs memilih agama&#8230;&#8230;.</p>
<p>memilih komputer&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
- baca review, lihat spec, sesuaikan kebutuhan (game atau office)<br />
- bandingkan harga beberapa top brand, pilih processor, hd, ram, dll<br />
- boleh coba punya teman dgn spec yg sama (test drive dulu)<br />
- pilih casing, keyboard, mouse, mouse pad, dll&#8230;(bila perlu test drive lagi)<br />
- test drive lagi&#8230;. (spt peluncuran Macintosh&#8230; anda diperbolehkan bawa<br />
  pulang utk testDrive&#8230; dan kalau senang baru beli)&#8230;.</p>
<p>memilih agama&#8230;.<br />
- sejak kecil belum tau apa2, agama udah dipilihkan oleh ortu ataupun<br />
  lingkungan&#8230;&#8230;.. jadi spt cinta buta atau cinta monyet&#8230;&#8230;dan kalau<br />
  udah dewasa&#8230; kebiasaan tsb (tradisi/upacara agama) menjadi kebiasaan<br />
  yg memang agak sulit dihilangkan&#8230;apa lagi famili2 memilih partai (agama)<br />
  tsb&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>pertanyaan :<br />
1. Kenapa sekolah tidak mengajarkan agama (5 agama DIGILIR)&#8230;.sejak tk<br />
sampai SMA&#8230; dan setelah lulus, anak diberi kebebasan utk memilik!&#8230;.?</p>
<p>2. Manusia bukan saja punyak hak utk sukses, tetapi juga HARUS DIBERI HAK UTK MENGETAHUI AGAMA&#8230;</p>
<p>3. Apa peran Menteri agama?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali Sasana Putra</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/henry-jusrin/ketika-semua-umat-beragama-saling-beradu-argumen-dan-pendapat/comment-page-1/#comment-6672</link>
		<dc:creator>Ali Sasana Putra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 07:06:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=453#comment-6672</guid>
		<description>To Henry Justin

Artikel anda:
Sadari, dan resapi, bahwa Dhamma yang benar sesungguhnya adalah Dhamma olahan kita. Karena Dhamma harusnya diresapi di dalam diri kita.

Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud dengan "Dhamma olahan kita"? 

2. Apakah mungkin batin yang penuh dengan kekotoran mampu melihat Dhamma yang benar-benar hakikat?

Saya tunggu jawabannya.
Thank's</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To Henry Justin</p>
<p>Artikel anda:<br />
Sadari, dan resapi, bahwa Dhamma yang benar sesungguhnya adalah Dhamma olahan kita. Karena Dhamma harusnya diresapi di dalam diri kita.</p>
<p>Pertanyaan:<br />
1. Apa yang dimaksud dengan &#8220;Dhamma olahan kita&#8221;? </p>
<p>2. Apakah mungkin batin yang penuh dengan kekotoran mampu melihat Dhamma yang benar-benar hakikat?</p>
<p>Saya tunggu jawabannya.<br />
Thank&#8217;s</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
