<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Waktu yang Berlalu</title>
	<atom:link href="http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2</link>
	<description>Perpustakaan &#38; Komunitas Buddhis Online</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 03:07:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Ciputra</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/comment-page-1/#comment-7147</link>
		<dc:creator>Ciputra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 03:38:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=406#comment-7147</guid>
		<description>Memang benar waktu adalah konsep, diciptakan oleh manusia untuk memudahkan dalam berinteraksi sehari-hari. Tanpa adanya konsep waktu, kita susah untuk janjian sama temen-temen bukan? :). Karena telah terbiasa dengan konsep waktu, kita tanpa sadar telah menjadikan waktu sebagai subyek. Subyek yang bikin kita tambah tua.

Kita perlu awas/eling untuk tidak terperangkap dalam kerangka pikir ini. Manusia membagi satu hari (dari terbit matahari hingga terbit matahari berikutnya) menjadi 24 jam yang tiap jamnya dibagi menjadi 60 menit dan tiap menitnya dibagi lagi menjadi 60 detik. Karena adanya musim yang berulang, maka setiap pengulangan musim dihitung sebagai 1 tahun (mengacu pada daerah 4 musim). Ilmu astronomi pun mendukung bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, jadi klop deh. Nah... kelihatan kan bahwa waktu itu hanya hitungan manusia semata.

Apa bener nih... konsep waktu yang kita ciptakan ini bikin kita tua? Juga apa bener ada waktu yang bener-bener berlalu? Waktu yang berlalu ... atau ... hal-hal yang berlalu? Daripada pusing-pusing, mendingan kita setiap saat lakukan saja hal-hal yang bermanfaat untuk hidup kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang benar waktu adalah konsep, diciptakan oleh manusia untuk memudahkan dalam berinteraksi sehari-hari. Tanpa adanya konsep waktu, kita susah untuk janjian sama temen-temen bukan? :). Karena telah terbiasa dengan konsep waktu, kita tanpa sadar telah menjadikan waktu sebagai subyek. Subyek yang bikin kita tambah tua.</p>
<p>Kita perlu awas/eling untuk tidak terperangkap dalam kerangka pikir ini. Manusia membagi satu hari (dari terbit matahari hingga terbit matahari berikutnya) menjadi 24 jam yang tiap jamnya dibagi menjadi 60 menit dan tiap menitnya dibagi lagi menjadi 60 detik. Karena adanya musim yang berulang, maka setiap pengulangan musim dihitung sebagai 1 tahun (mengacu pada daerah 4 musim). Ilmu astronomi pun mendukung bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, jadi klop deh. Nah&#8230; kelihatan kan bahwa waktu itu hanya hitungan manusia semata.</p>
<p>Apa bener nih&#8230; konsep waktu yang kita ciptakan ini bikin kita tua? Juga apa bener ada waktu yang bener-bener berlalu? Waktu yang berlalu &#8230; atau &#8230; hal-hal yang berlalu? Daripada pusing-pusing, mendingan kita setiap saat lakukan saja hal-hal yang bermanfaat untuk hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan3000</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/comment-page-1/#comment-7142</link>
		<dc:creator>johan3000</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 08:17:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=406#comment-7142</guid>
		<description>Waktu TIDAKLAH yang membuat orang-orang bertambah tua.

karna waktu adalah konsept/sebutan....

yg membuat org jadi tua karna perubahan/pertumbuhan cell...
dan akhirnya cell tsb tidak dpt membelah lagi....(mati)...

Cell dlm tubuh kita tidak dpt SELALU membelah/memperbahurin dirinya...
setelah kekian kali .... MTBF (jam pakai sebelum rusak...)... maka 
cell tsb udah tak dpt melakukan fungsinya lagi....

kenapa barang bisa rusak?.....(ya karna ada perubahan/pertumbuhan/pengikisan)...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu TIDAKLAH yang membuat orang-orang bertambah tua.</p>
<p>karna waktu adalah konsept/sebutan&#8230;.</p>
<p>yg membuat org jadi tua karna perubahan/pertumbuhan cell&#8230;<br />
dan akhirnya cell tsb tidak dpt membelah lagi&#8230;.(mati)&#8230;</p>
<p>Cell dlm tubuh kita tidak dpt SELALU membelah/memperbahurin dirinya&#8230;<br />
setelah kekian kali &#8230;. MTBF (jam pakai sebelum rusak&#8230;)&#8230; maka<br />
cell tsb udah tak dpt melakukan fungsinya lagi&#8230;.</p>
<p>kenapa barang bisa rusak?&#8230;..(ya karna ada perubahan/pertumbuhan/pengikisan)&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tonny</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/comment-page-1/#comment-7130</link>
		<dc:creator>Tonny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 18:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=406#comment-7130</guid>
		<description>Saya mengira sekarang adalah detik ini,
tapi setiap saya berpikir demikian satu detik telah berlalu.

Apa yang kukira "saat ini" tidak lain adalah masa lalu,
apa yang kukira masa depan menjadi  "saat ini",
tapi setiap saya berpikir detik ini adalah "saat ini" saya kehilangannya.

Alangkah susahnya merangkul "saat ini",
karena "saat ini" selalu bersama-sama dengan pikiran kita,
"saat ini" tidak lain adalah pikiran kita
"masa depan" dan "masa lalu" adalah ilusi pikiran,
Oleh karena itu waktu adalah ilusi

Melihat ke "saat ini" tidak lain adalah melihat ke pikiran,
saya kira "saat ini" adalah gerbang ke diri.
Tapi untuk meraihnya kamu harus menyusup ke dalam ruang kosong.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengira sekarang adalah detik ini,<br />
tapi setiap saya berpikir demikian satu detik telah berlalu.</p>
<p>Apa yang kukira &#8220;saat ini&#8221; tidak lain adalah masa lalu,<br />
apa yang kukira masa depan menjadi  &#8220;saat ini&#8221;,<br />
tapi setiap saya berpikir detik ini adalah &#8220;saat ini&#8221; saya kehilangannya.</p>
<p>Alangkah susahnya merangkul &#8220;saat ini&#8221;,<br />
karena &#8220;saat ini&#8221; selalu bersama-sama dengan pikiran kita,<br />
&#8220;saat ini&#8221; tidak lain adalah pikiran kita<br />
&#8220;masa depan&#8221; dan &#8220;masa lalu&#8221; adalah ilusi pikiran,<br />
Oleh karena itu waktu adalah ilusi</p>
<p>Melihat ke &#8220;saat ini&#8221; tidak lain adalah melihat ke pikiran,<br />
saya kira &#8220;saat ini&#8221; adalah gerbang ke diri.<br />
Tapi untuk meraihnya kamu harus menyusup ke dalam ruang kosong.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cemol</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/comment-page-1/#comment-7105</link>
		<dc:creator>cemol</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:27:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=406#comment-7105</guid>
		<description>Disini, satu detik berlalu...
Disana, satu jam berlalu...
Dan selama itu pula kita masih belum merasakan pentingnya waktu..

1 detik adalah waktu 
Ketika seorang berpenyakit parah berstadium tinggi
Ketika seseorang bersiap-siap menghindari kendaraan di depannya
ketika seseorang berfikir ini adalah 'membosankan'
Ketika seseorang berfikir ini adalah 'nikmat'
ketika seseorang berfikir 'aku ingin bunuh diri'

1 detik menurut batin, antara manusia yang satu dengan yang lainnya mempunyai penafsiran yang berbeda-beda... 

Jangan salahkan orang lain tidak menghiraukan waktu,

Karena sebenarnya kita sendiri sudah buang-buang waktu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Disini, satu detik berlalu&#8230;<br />
Disana, satu jam berlalu&#8230;<br />
Dan selama itu pula kita masih belum merasakan pentingnya waktu..</p>
<p>1 detik adalah waktu<br />
Ketika seorang berpenyakit parah berstadium tinggi<br />
Ketika seseorang bersiap-siap menghindari kendaraan di depannya<br />
ketika seseorang berfikir ini adalah &#8216;membosankan&#8217;<br />
Ketika seseorang berfikir ini adalah &#8216;nikmat&#8217;<br />
ketika seseorang berfikir &#8216;aku ingin bunuh diri&#8217;</p>
<p>1 detik menurut batin, antara manusia yang satu dengan yang lainnya mempunyai penafsiran yang berbeda-beda&#8230; </p>
<p>Jangan salahkan orang lain tidak menghiraukan waktu,</p>
<p>Karena sebenarnya kita sendiri sudah buang-buang waktu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Parkit</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/comment-page-1/#comment-7104</link>
		<dc:creator>Parkit</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 06:21:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=406#comment-7104</guid>
		<description>Waktu memberikan kesempatan seseorang untuk belajar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu memberikan kesempatan seseorang untuk belajar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: l-budy</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/waktu-yang-berlalu-2/comment-page-1/#comment-7091</link>
		<dc:creator>l-budy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 01:57:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=406#comment-7091</guid>
		<description>waktu memang tidak dapat dilihat tapi waktu seharunya membuat kita menjadi lebih baik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waktu memang tidak dapat dilihat tapi waktu seharunya membuat kita menjadi lebih baik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
