<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Wajah Buddha</title>
	<atom:link href="http://dhammacitta.org/artikel/chuang/wajah-buddha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/wajah-buddha</link>
	<description>Perpustakaan &#38; Komunitas Buddhis Online</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 13:31:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: suwita tjahjadi</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/wajah-buddha/comment-page-1/#comment-6919</link>
		<dc:creator>suwita tjahjadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 14:00:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=403#comment-6919</guid>
		<description>jawaban utk Rafi Mukerje :

Konon, 300 tahun setelah sang Buddha wafat, ada seorang bikkhu yang begitu terkesan dan kagum dengan sang Buddha. Bikkhu tersebut sangat ingin mengetahui bagaimana wajah sang Buddha yang dalam Tripitaka disebutkan berwajah tampan, tinggi, berkulit keemasan dan mempunyai 32 tanda-tanda sebagai makhluk suci. Dengan kesaktiannya, sang bikkhu mengundang Mara, setan yang dulu menggoda sang Buddha di hutan Uruvela dibawah pohon boddhi, utk datang ke hadapannya dan meminta si Mara yang dulu melihat langsung wajah Buddha utk mengubah dirinya menjadi Buddha. Setelah itu bikkhu yang juga punya rasa seni membuat patung itu, kemudian membuat Buddha rupang seperti yang bisa kita lihat sekarang. (itu seperti yang pernah saya baca di buku/majalah). semoga demikian adanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jawaban utk Rafi Mukerje :</p>
<p>Konon, 300 tahun setelah sang Buddha wafat, ada seorang bikkhu yang begitu terkesan dan kagum dengan sang Buddha. Bikkhu tersebut sangat ingin mengetahui bagaimana wajah sang Buddha yang dalam Tripitaka disebutkan berwajah tampan, tinggi, berkulit keemasan dan mempunyai 32 tanda-tanda sebagai makhluk suci. Dengan kesaktiannya, sang bikkhu mengundang Mara, setan yang dulu menggoda sang Buddha di hutan Uruvela dibawah pohon boddhi, utk datang ke hadapannya dan meminta si Mara yang dulu melihat langsung wajah Buddha utk mengubah dirinya menjadi Buddha. Setelah itu bikkhu yang juga punya rasa seni membuat patung itu, kemudian membuat Buddha rupang seperti yang bisa kita lihat sekarang. (itu seperti yang pernah saya baca di buku/majalah). semoga demikian adanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ENDI</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/wajah-buddha/comment-page-1/#comment-6714</link>
		<dc:creator>ENDI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 08:39:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=403#comment-6714</guid>
		<description>Sesuatu yg indah itu nilai universal
kalau itu bagus, cantik, ganteng ya semua nya pasti bilang ya
mata itu ngak bisa berbohong
yg indah indah itu pasti semua setuju, mungkin tingkatan nya yg berbeda dari orang ke orang, atau menpunyai penilaian sendiri2
untuk bentuk wajah Buddha ya seperti itu ada nya
ada di cerita perjalanan Buddha Gautama saat menyebarkan dhamma
dibuat lah rupang sama seperti aslinya
kira kira gitu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuatu yg indah itu nilai universal<br />
kalau itu bagus, cantik, ganteng ya semua nya pasti bilang ya<br />
mata itu ngak bisa berbohong<br />
yg indah indah itu pasti semua setuju, mungkin tingkatan nya yg berbeda dari orang ke orang, atau menpunyai penilaian sendiri2<br />
untuk bentuk wajah Buddha ya seperti itu ada nya<br />
ada di cerita perjalanan Buddha Gautama saat menyebarkan dhamma<br />
dibuat lah rupang sama seperti aslinya<br />
kira kira gitu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RaFi Mukerje</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/wajah-buddha/comment-page-1/#comment-6666</link>
		<dc:creator>RaFi Mukerje</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 11:11:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=403#comment-6666</guid>
		<description>memang bila kita melihat gambar atau patung sang Buddha memang mndatangkan kedamaian, atau bisa merasakan damai dari pribadi sang Buddha?

cuma yang saya mau tanyakan, dari manakah kita mengetahui, bahwa wajah sang buddha atau rambut sang Buddha sama seperti yang sering dibuat patung atau sering dilukiskan manusia selama ini??
atau hanya dugaan manusia saja bahwa fisik sang buddha memang sama seperti yang dilukiskan atau diukirkan manusia selama ini?
darimanakah manusia tahu bahwa sang Buddha memiliki wujud jasmani sperti yang ada selama ini??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang bila kita melihat gambar atau patung sang Buddha memang mndatangkan kedamaian, atau bisa merasakan damai dari pribadi sang Buddha?</p>
<p>cuma yang saya mau tanyakan, dari manakah kita mengetahui, bahwa wajah sang buddha atau rambut sang Buddha sama seperti yang sering dibuat patung atau sering dilukiskan manusia selama ini??<br />
atau hanya dugaan manusia saja bahwa fisik sang buddha memang sama seperti yang dilukiskan atau diukirkan manusia selama ini?<br />
darimanakah manusia tahu bahwa sang Buddha memiliki wujud jasmani sperti yang ada selama ini??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan3000</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/wajah-buddha/comment-page-1/#comment-6629</link>
		<dc:creator>johan3000</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 01:20:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=403#comment-6629</guid>
		<description>Wajah Buddha bagi pemeluk agama Buddha pasti memberikan damai, kesejukan, dan penuh kebijaksanaan....dll, dll

Tetapi utk non Buddhist, keindahan, ganteng, cantik, berwibawa itu sangatlah objective.... (spt bagaimana rasanya orang Amerika melihat Chinese yg matanya sipit? Apakah mata sipit itu indah? Apakah mata kecil itu lucu/gemes?)

menurut saya lebih baik pemikiran2, perbuatan2, ucapan2 Buddha yg lebih luar biasa kita kenalkan pada non-Buddhist. Bukan keindahan wajahnya (karna kecantikan itu objective sekali).  

Contoh pemikiran/perbuatan Buddha adalah berani mengatakan bahwa kasta di India itu tidak benar......spt "Manusia mulia atau tidak, tidak dilihat dari kedudukan, kasta, pendidikan, dll.... itu dilihat dari ucapan, pikiran dan perbuatan"...

Dan kalau melihat rupa Buddha... sebaiknya mengingatkan/menceritakan 32 tanda2 org suci... serta artinya apa.....

Bagaimana menurut yg lain?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wajah Buddha bagi pemeluk agama Buddha pasti memberikan damai, kesejukan, dan penuh kebijaksanaan&#8230;.dll, dll</p>
<p>Tetapi utk non Buddhist, keindahan, ganteng, cantik, berwibawa itu sangatlah objective&#8230;. (spt bagaimana rasanya orang Amerika melihat Chinese yg matanya sipit? Apakah mata sipit itu indah? Apakah mata kecil itu lucu/gemes?)</p>
<p>menurut saya lebih baik pemikiran2, perbuatan2, ucapan2 Buddha yg lebih luar biasa kita kenalkan pada non-Buddhist. Bukan keindahan wajahnya (karna kecantikan itu objective sekali).  </p>
<p>Contoh pemikiran/perbuatan Buddha adalah berani mengatakan bahwa kasta di India itu tidak benar&#8230;&#8230;spt &#8220;Manusia mulia atau tidak, tidak dilihat dari kedudukan, kasta, pendidikan, dll&#8230;. itu dilihat dari ucapan, pikiran dan perbuatan&#8221;&#8230;</p>
<p>Dan kalau melihat rupa Buddha&#8230; sebaiknya mengingatkan/menceritakan 32 tanda2 org suci&#8230; serta artinya apa&#8230;..</p>
<p>Bagaimana menurut yg lain?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
