<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Segelas Air</title>
	<atom:link href="http://dhammacitta.org/artikel/chuang/segelas-air/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/segelas-air</link>
	<description>Perpustakaan &#38; Komunitas Buddhis Online</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 14:27:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: only4u</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/segelas-air/comment-page-1/#comment-6811</link>
		<dc:creator>only4u</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:07:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=383#comment-6811</guid>
		<description>Hi Johan,

Maaf, boleh ikutan diskusi.

Apa yang dikatakan Johan memang benar sekali, tetapi kali saya renungkan semua itu kediri saya, apakah saya berani mengambil keputusan itu, meninggalkan semuanya. Tentu saja mengikuti ajaran2 sang Budha sepenuh waktu. 

Bukankah keputusan yang sangat berat karena pikiran saya sudah terbelenggu dengan itu semua? Keyakinan saya kepada sang Budha ini sedemikian kecil kalo saya memikirkan semua itu.
  
Keputusan yang tidak bisa diambil dalam waktu dekat, atau hanya pencerahan saja yang bisa digambarkan untuk itu.

Mohon maaf kalau ada salah2 kata, saya menerima kritik2 dan pandangan berbeda dengan lapang dada dan open minded.

Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga semua mahluk bebahagia selalu.
Semoga semua mahluk tetap berbahagia selalu.
Namo Amitabha.

only4u</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Johan,</p>
<p>Maaf, boleh ikutan diskusi.</p>
<p>Apa yang dikatakan Johan memang benar sekali, tetapi kali saya renungkan semua itu kediri saya, apakah saya berani mengambil keputusan itu, meninggalkan semuanya. Tentu saja mengikuti ajaran2 sang Budha sepenuh waktu. </p>
<p>Bukankah keputusan yang sangat berat karena pikiran saya sudah terbelenggu dengan itu semua? Keyakinan saya kepada sang Budha ini sedemikian kecil kalo saya memikirkan semua itu.</p>
<p>Keputusan yang tidak bisa diambil dalam waktu dekat, atau hanya pencerahan saja yang bisa digambarkan untuk itu.</p>
<p>Mohon maaf kalau ada salah2 kata, saya menerima kritik2 dan pandangan berbeda dengan lapang dada dan open minded.</p>
<p>Semoga semua mahluk berbahagia.<br />
Semoga semua mahluk bebahagia selalu.<br />
Semoga semua mahluk tetap berbahagia selalu.<br />
Namo Amitabha.</p>
<p>only4u</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan3000</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/chuang/segelas-air/comment-page-1/#comment-2437</link>
		<dc:creator>johan3000</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 04:10:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=383#comment-2437</guid>
		<description>Kita dilahirkan tidak membawa apa-apa
termasuk
   harta
   kedudukan
   gelar
   popularitas
   keahlian, dll
Jadi kalau dilihat kita memulainya dari NOL...
tanpa memiliki apa-apa dimanakah 
BEBAN TSB BISA MENJADI BERAT?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita dilahirkan tidak membawa apa-apa<br />
termasuk<br />
   harta<br />
   kedudukan<br />
   gelar<br />
   popularitas<br />
   keahlian, dll<br />
Jadi kalau dilihat kita memulainya dari NOL&#8230;<br />
tanpa memiliki apa-apa dimanakah<br />
BEBAN TSB BISA MENJADI BERAT?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
