Mengusir Setan
Chuang

Segelas besar bir di tangan kanan, dan sebotol lagi di tangan kiri, si pemabuk sedang mengusir setan kegelisahan dan ketidakbahagiaan dari dalam dirinya.

Di tengah-tengah ingar bingar musik yang memukul-mukul gendang telinga, kerlap-kerlip lampu berkilasan menghentak, orang-orang meliak-lukkan tubuhnya untuk mengusir setan kejenuhan dan ketidakpuasan dari dalam diri mereka.

Sebuah kendaran melaju kencang laksana angin, meraung-raung marah kepada dunia, juga kepada setan dari rasa terbuang yang hendak diusirnya.

Kita manusia modern,seperti halnya masyarakat primitif, juga memiliki ritual pengusiran setan kita sendiri. Dan setiap kali kita melakukannya, alih-alih si setan lari terbirit-birit malahan sosoknya menjadi bertambah garang dan semakin menakutkan.

Mengapa?

Karena kita sesungguhnya tak perlu mengusirnya. Karena kita hanya perlu membuka pintu hati kita dan membiarkannya berlalu.

Chuang 060607

Tags:

5 Responses to “Mengusir Setan”

  1. 5
    robert yang Says:

    setan dan dewa ada diantara dua sisi serta kita sebagai manussa ada di tengah2 sisi tersebut.jika org yg berbuat jahat maka akibat perbuatannya akan berbuah dan itu akan diawali perasaan takut sehingga itu menimbulkan setan dihadapan kita,yg sebenarnya berasal dari jetakutan itu sendiri.jika org yg berbuat baik maka akibat perbuatannya akan menghasilkan perasaan sukacita seperti para dewa memberkati kita.sang buddha selalu mengajarkan jln tengah kepada umatnya dan kita sebagai umat buddha akan mengamalkan ajaran NYA.seperti ajaran beliau yg selalu menitikberatkan pd pikiran.jika hati anda damai dan tenteram mungkin anda akan melihat setan itu sebagai pemandangan yg menakjubkan karena tidak semua org dapat melihat.berbahagialah org yg dpt berbagi kebahagiaannya dgn semua mahkluk.

  2. 4
    vivi Says:

    Yah saya sependapat dengan rekan sedharma. seharusnya kita yang mengendalikan pikiran bukan pikiran yang mengendalikan kita. tapi itulah manusia. pikiran manusia selalu tertutupi oleh lobha.dosa dan moha (termasuk yang kasih komentar.he.3x)
    Mungkin ada baiknya kita sering melakukan meditasi agar dapat memusatkan pikiran. ga usah lama-lama kalo ga kebiasa.cukup 5 menit.dengan waktu 5 menit,kita memusatkan pikiran kita mudah-mudahan,kita dapat selalu waspada dengan yang kita lakukan dan setan yang ada dalam diri kita dapat ditaklukkan
    Semoga Para Buddha memberkati kita semua.Amitofuo

  3. 3
    fu_yenni Says:

    ya coba baca buku tersebut. Saya juga lagi pesan tapi belum nyampe.

  4. 2
    Hedi Kasmanto Says:

    Izinkan saya mencoba berkomentar dengan ilustrasi :

    Ada seorang pria sedang menderita sakit gigi..
    Dia terus meraung2 dengan mengatakan giginya sakit..
    Apa yang terjadi ? Giginya akan semakin sakit..

    Cobalah berdamai dengan diri sendiri..
    Terimalah sakit gigi tersebut dengan ikhlas..
    Maka setelah kita menerimanya.. maka rasa sakit itu akan lebih berkurang dan akhirnya berlalu.. Dan seperti yang sering kita dengar mengenai pepatah Cina :
    Penyakit berasal dari Pikiran.. Jadi dalam hal ini yang perlu dikendalikan adalah pikiran.

    Mungkin yang dimaksud oleh Sdr. Chuang sama seperti ilustrasi sakit gigi :)

    Untuk lebih lengkap, saya sarankan membaca Buku Membuka Pintu Hati karya Ajahn Brahm

  5. 1
    Tini Says:

    How to let it go ? Please advice. Thanks

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash