Buddha dan Karl Marx
Chuang

Apakah Buddha dan Karl Marx memilki persamaan? Tentu saja, ada beberapa persamaan pemikiran antara Buddhisme (ajaran Buddha) dan Marxisme (ajaran Karl Marx), sekaigus juga ada banyak perbedaan di antara mereka.

Siapakah diantaranya yang lebih unggul, siapakah yang terbesar? Saya dengan yakin akan mengatakan bahwa Buddhisme dari Buddha jauh mengungguli Marxisme-nya Karl Marx. Itu tidak semata-mata karena rasa kebanggaan saya sebagai seorang Buddhis, melainkan kenyataan yang sudah menjadi fakta bahwa sampai saat ini Buddhisme masih eksis, sedangkan Marxisme sudah lama menjadi penghuni museum.

Bila Karl Marx berbicara tentang keterasingan manusia, Buddha pun berbicara tentang keterasingan manusia. Bedanya, bila Karl Marx mencari sebab keterasingan itu pada faktor-faktor luar, seperti pada agama dan sistem sosial, maka Buddha mencarinya di dalam diri manusia itu sendiri.

Bila menurut Marx orang mengalami keterasingan karena adanya ketidakadilan dalam sistem sosial, maka menurut Buddha, orang mengalami keterasingan karena ia tidak menyadari hakikat dirinya yang sejati.

Bila Marxisme bertujuan untuk membebaskan manusia dari keterasingan sosialnya, maka Buddhisme bertujuan membebaskan manusia dari keterasingan akan hakikat dirinya yang sejati.

Marxisme menempuh jalan penghapusan kelas-kelas dalam masyarakat untuk membebaskan manusia dari keterasingannya, sedangkan Buddhisme menempuh Jalan Mulia Berfaktor Delapan yang mengajak manusia untuk menyelami hakikat dirinya untuk mampu melihat dunia sebagaimana adanya.

Marxisme mencoba menentang hukum alam akan keanekaragaman umat manusia, sedangkan Buddhisme selalu berjalan seiring dengan hukum alam.

Kenyataan telah berbicara, di antara mereka siapakah yang benar-benar terbukti telah mencapai cita-citanya?

Marxisme, melalui negara-negara komunis, harus mengakui bahwa mereka salah: manusia-manusia di negara-negara komunis bukannya terbebas dari keterasingan, melainkan mereka justru makin terbelenggu di dalam keterasingan baru yang mereka ciptakan sendiri. Sedangkan di dalam Buddhisme, dari sejak ribuan tahun yang lampau hingga sekarang, telah ribuan bahkan ratusan juta orang yang menikmati kedamaian dari apa yang telah diajarkan-Nya.

Chuang 230601

Tags: ,

8 Responses to “Buddha dan Karl Marx”

  1. 8
    Perpustakaan Says:

    Pak Tahrir, mungkin bisa menyimak dan berdiskusi dengan rekan2x di sini ->
    http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,5666.new.html#new

  2. 7
    tahrir Says:

    saya ingin tanya menurut agama budha hakikat manusia itu sebenarnya apa, struktur manusia terdiri dari apa saja. maaf mengganggu saya adalah dosen psikologi agama di uin bandung

  3. 6
    nyanadhana Says:

    mesti bayar royalti nih

  4. 5
    Xan To Says:

    walah nama nyanadhana malah belum di apus he..he..

  5. 4
    Xan To to nyanadhana Says:

    artikel yang bagus. kalo bisa bahas juga mengenai Socrates

  6. 3
    Xan To to nyanadhana Says:

    artikel yang bagus

  7. 2
    Sumedho Says:

    Namo Buddhaya,
    Pak Peter,
    Apakah ingin sharing dengan Sdr Chuang atau dengan DhammaCitta ? Jika ke sdr chuang bisa dikirim ke Sumedho @ dhammacitta.org, nanti saya bantu forward ke sdr Chuang.

    Anjali,

  8. 1
    Peter Lim Says:

    Namo Buddhaya,
    Saya ingin sharing beberapa artikel Buddhis, bolehkah dan bagaimana mengirimkannya ?
    Sabbe satta bhavantu sukhitata : semoga semua makhluk hidup senantiasa berbahagia,….sadhu,………sadhu,…………sadhu,……………
    Metta Cittena,
    Peter Lim

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash