<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: PIL</title>
	<atom:link href="http://dhammacitta.org/artikel/bingkai-refleksi/pil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhammacitta.org/artikel/bingkai-refleksi/pil</link>
	<description>Perpustakaan &#38; Komunitas Buddhis Online</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 00:16:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: johan3000</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/bingkai-refleksi/pil/comment-page-1/#comment-6101</link>
		<dc:creator>johan3000</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 04:31:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/artikel/bingkai-refleksi/pil#comment-6101</guid>
		<description>Zaman berubah, begitu juga Idea/kretifitas (laki2/wanita) menghasilkan duit lebih banyak dari otot (lelaki) sekarang ini. Apakah tanggung jawab kepala keluarga utk mencari nafkah juga bisa saja berubah (diambil ahli oleh wanita)? mengingat pemimpin dunia juga banyak dari wanita yg hebat2!...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Zaman berubah, begitu juga Idea/kretifitas (laki2/wanita) menghasilkan duit lebih banyak dari otot (lelaki) sekarang ini. Apakah tanggung jawab kepala keluarga utk mencari nafkah juga bisa saja berubah (diambil ahli oleh wanita)? mengingat pemimpin dunia juga banyak dari wanita yg hebat2!&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dilbert</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/bingkai-refleksi/pil/comment-page-1/#comment-217</link>
		<dc:creator>dilbert</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 05:59:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/artikel/bingkai-refleksi/pil#comment-217</guid>
		<description>Sering kali kita telah melakukan perkawinan tanpa mengetahui keempat hal yang diajarkan Sang Buddha tentang kesamaan yang seimbang dalam hal keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijaksanaan...

Jadi setelah menikah dan ketemu dengan lawan jenis yang kebetulan memiliki keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijakaan yang seimbang dengan kita, maka kita akan "goyah"... tetapi perlu satu aspek yang harus ditumbuhkan adalah sikap "tanggung jawab" dan "komitmen" atas semua karma yang kita peroleh atas perbuatan kita...

jadi walaupun kita merasa bahwa pasangan hidup kita tidaklah "seimbang" dalam keempat hal tersebut diatas, kita haruslah "bertanggung jawab" atas komitmen yang telah kita buat dengan menikahi pasangan hidup kita sekarang ini. TOH tidak ada yang memaksa kita untuk menikah dulu. MAU-nya sendiri. Bahasa keren-nya harus GENTLE-MAN...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita telah melakukan perkawinan tanpa mengetahui keempat hal yang diajarkan Sang Buddha tentang kesamaan yang seimbang dalam hal keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijaksanaan&#8230;</p>
<p>Jadi setelah menikah dan ketemu dengan lawan jenis yang kebetulan memiliki keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijakaan yang seimbang dengan kita, maka kita akan &#8220;goyah&#8221;&#8230; tetapi perlu satu aspek yang harus ditumbuhkan adalah sikap &#8220;tanggung jawab&#8221; dan &#8220;komitmen&#8221; atas semua karma yang kita peroleh atas perbuatan kita&#8230;</p>
<p>jadi walaupun kita merasa bahwa pasangan hidup kita tidaklah &#8220;seimbang&#8221; dalam keempat hal tersebut diatas, kita haruslah &#8220;bertanggung jawab&#8221; atas komitmen yang telah kita buat dengan menikahi pasangan hidup kita sekarang ini. TOH tidak ada yang memaksa kita untuk menikah dulu. MAU-nya sendiri. Bahasa keren-nya harus GENTLE-MAN&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
