<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Apa dan Mengapa Cap Ji Shio</title>
	<atom:link href="http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio</link>
	<description>Perpustakaan &#38; Komunitas Buddhis Online</description>
	<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 06:14:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: tak sius</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-7215</link>
		<dc:creator>tak sius</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 16:24:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-7215</guid>
		<description>orang timur pada umumnya tidak lepas dari budaya dan kepercayaan yang telah turun menurun di wariskan dari leluhurnya,anggapan tahyul ataupun logika dengan tidak logikanya denga cap jie siau tergantung individu itu menanggapinya,boleh saja tidak percaya tapi janganlah kita terlalu mempermasalahkannya karena itu adalah budaya mereka.Mari kita sebagai umat Buddha tanamkan rasa saling menghargai,mungkin dengan adanya cap jie siau dan ramalan-ramalan seseorang merasa lebih tenang maka biarkanlah mereka tersebut lagi pula tidak ada seorangpun yang bisa 100% mengetahui apa yang akan terjadi setelah kita meninggalkan dunia fana ini yang jelas di alam tempat kita hidup ini banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak bisa di jelaskan dengan logika</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang timur pada umumnya tidak lepas dari budaya dan kepercayaan yang telah turun menurun di wariskan dari leluhurnya,anggapan tahyul ataupun logika dengan tidak logikanya denga cap jie siau tergantung individu itu menanggapinya,boleh saja tidak percaya tapi janganlah kita terlalu mempermasalahkannya karena itu adalah budaya mereka.Mari kita sebagai umat Buddha tanamkan rasa saling menghargai,mungkin dengan adanya cap jie siau dan ramalan-ramalan seseorang merasa lebih tenang maka biarkanlah mereka tersebut lagi pula tidak ada seorangpun yang bisa 100% mengetahui apa yang akan terjadi setelah kita meninggalkan dunia fana ini yang jelas di alam tempat kita hidup ini banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak bisa di jelaskan dengan logika</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jonwin</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-5979</link>
		<dc:creator>Jonwin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 05:47:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-5979</guid>
		<description>pernah saya baca di majalah intisari bahwasanya seseorang jika berdiam di ruangan dengan warna biru, detak jantungnya jauh lebih lambat dibandingkan dengan ruangan dengan warna merah.(merah simbol api, biru simbol air).
ini kalo warna, dan bagaimana jika kita dimasukkan dalam ruangan berdinding segi tiga dan ruangan berdinding bulat. mereka mengunakan elemen api dan logam sebagai simbol.
jadi pengertian saya bukan di tahun itu ada 12 binatangnya,tapi kondisi yg dimana tidak bisa dijelaskan dengan kata kata sehingga mengunakan simbol binatang untuk mengungkapkan kondisi tersebut.
didalam sejarah tiga kerajaan(sam kok). zhuge liang mengunakan metode pak kua untuk strateginya. apakah orang genius ini mempercayai pak kua karena tahyul atau karena beliau telah mengerti logika pakkua. tetapi kita melihatnya sebagai tahyul.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pernah saya baca di majalah intisari bahwasanya seseorang jika berdiam di ruangan dengan warna biru, detak jantungnya jauh lebih lambat dibandingkan dengan ruangan dengan warna merah.(merah simbol api, biru simbol air).<br />
ini kalo warna, dan bagaimana jika kita dimasukkan dalam ruangan berdinding segi tiga dan ruangan berdinding bulat. mereka mengunakan elemen api dan logam sebagai simbol.<br />
jadi pengertian saya bukan di tahun itu ada 12 binatangnya,tapi kondisi yg dimana tidak bisa dijelaskan dengan kata kata sehingga mengunakan simbol binatang untuk mengungkapkan kondisi tersebut.<br />
didalam sejarah tiga kerajaan(sam kok). zhuge liang mengunakan metode pak kua untuk strateginya. apakah orang genius ini mempercayai pak kua karena tahyul atau karena beliau telah mengerti logika pakkua. tetapi kita melihatnya sebagai tahyul.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: david</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-5125</link>
		<dc:creator>david</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 18:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-5125</guid>
		<description>memang susah di hapus kan dari masyarakat buddhis...seperti nya ini sudah menjadi darah daging dan perlu kerja sangat keras untuk meluruskan hal ini kepada umat buddha...bahkan masih banyak saudara2 kita yang masih belum bisa membedakan mana ajaran buddha dan mana ajaran kong hu cu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang susah di hapus kan dari masyarakat buddhis&#8230;seperti nya ini sudah menjadi darah daging dan perlu kerja sangat keras untuk meluruskan hal ini kepada umat buddha&#8230;bahkan masih banyak saudara2 kita yang masih belum bisa membedakan mana ajaran buddha dan mana ajaran kong hu cu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KuniSiriKo</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-4941</link>
		<dc:creator>KuniSiriKo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 15:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-4941</guid>
		<description>Segala sesuatu pasti ada sebab dan akibatnya janganlah kita menyalakan sesuatu yang kita ngak ngerti saudara2, karena ajaran dari "SANG BUDDHA"  harus EHIPASIKO dan kita tidak boleh menyalakan atau memvonis yang kita ngak tau!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Segala sesuatu pasti ada sebab dan akibatnya janganlah kita menyalakan sesuatu yang kita ngak ngerti saudara2, karena ajaran dari &#8220;SANG BUDDHA&#8221;  harus EHIPASIKO dan kita tidak boleh menyalakan atau memvonis yang kita ngak tau!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Stanley Audrey</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-4659</link>
		<dc:creator>Stanley Audrey</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 15:54:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-4659</guid>
		<description>Hidup dan masa depan kita yang tentukan sendiri, tidak ditentukan oleh takdir dan nasib maupun ramalan dan takhayul2 belaka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup dan masa depan kita yang tentukan sendiri, tidak ditentukan oleh takdir dan nasib maupun ramalan dan takhayul2 belaka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan3000</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-4594</link>
		<dc:creator>johan3000</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:02:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-4594</guid>
		<description>Bagaimana kalau suami isteri yg shionya sama?
1. Jelas tidak baik.... karna nanti isterinya terlihat cepat tua.
2. Wah.... selisih 12 tahun itu nantinya isterli terlalu manja...

Kalau dgn penjelasan Logika, bukankah bisa diterima?....

Jangan beli rumah yg tusuk sate.............
1. Banyak anginnya, maka banyak debunya....
2. selain anak2 makan debu, pembantu akan capek mengelapnya....

Ajaran Buddha adalah ajaran yg logika...........
nah bagaimana kalau logika juga terdapat dalam Shio maupun Hongsui?
Bolehkah diambil yg baik2 saja?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kalau suami isteri yg shionya sama?<br />
1. Jelas tidak baik&#8230;. karna nanti isterinya terlihat cepat tua.<br />
2. Wah&#8230;. selisih 12 tahun itu nantinya isterli terlalu manja&#8230;</p>
<p>Kalau dgn penjelasan Logika, bukankah bisa diterima?&#8230;.</p>
<p>Jangan beli rumah yg tusuk sate&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
1. Banyak anginnya, maka banyak debunya&#8230;.<br />
2. selain anak2 makan debu, pembantu akan capek mengelapnya&#8230;.</p>
<p>Ajaran Buddha adalah ajaran yg logika&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
nah bagaimana kalau logika juga terdapat dalam Shio maupun Hongsui?<br />
Bolehkah diambil yg baik2 saja?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andyjkt</title>
		<link>http://dhammacitta.org/artikel/berpikir-cara-buddhis/apa-dan-mengapa-cap-ji-shio#comment-4592</link>
		<dc:creator>andyjkt</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 01:31:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dhammacitta.org/?p=436#comment-4592</guid>
		<description>Tahayul ini tampaknya sudah merasuk terlalu jauh ke dalam pikiran kita khususnya etnis tionghoa sehingga tahayul ini menjadi lumrah dan biasa. Ini menjadi pr kita semua sebagai umat buddhist.

Peace</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tahayul ini tampaknya sudah merasuk terlalu jauh ke dalam pikiran kita khususnya etnis tionghoa sehingga tahayul ini menjadi lumrah dan biasa. Ini menjadi pr kita semua sebagai umat buddhist.</p>
<p>Peace</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
