Apa dan Mengapa Cap Ji Shio

Apa dan Mengapa Cap Ji Shio
Tjahyono Wijaya

Feng Shui dan Cap Ji Shio merupakan dua hal yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Tionghoa. Dalam kesempatan yang lalu telah kita bahas sedikit mengenai halnya Feng Shui, yang mana kita memperoleh kesimpulan bahwa Feng Shui adalah ‘common sense’ yang sudah seharusnya diketahui dan dimiliki oleh kita semua, yang seharusnya dikembangkan dan dilestarikan secara ilmiah. Sekarang, bagaimana pula dengan Cap Ji Shio?

Ingin mencari jodoh? Carilah yang shionya cocok. Ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah shio-nya. Ingin memperoleh anak yang membawa hokki? Cari shio kelahiran yang tepat. Inilah perhitungan Cap Ji Shio yang sering digunakan dalam menjelaskan karakter berdasarkan shio tahun kelahiran dan peruntungan kita setiap tahunnya.

Ada yang mengatakan bahwa keduabelas binatang yang dijadikan simbol Cap Ji Shio itu merupakan binatang-binatang yang secara berurutan menjenguk Buddha Gautama pada saat Beliau menjelang Mahaparinirvana. Bagaimanakah kebenaran ucapan ini dipandang dari sudut pandang Buddhis yang benar? He, he, boleh dikatakan ini adalah ucapan yang mencomot nama Buddha dalam rangka membenarkan cerita dongeng. Kita bisa membuktikannya dengan penjelasan berikut.

Keduabelas binatang Cap Ji Shio merupakan simbol yang dipilih untuk memudahkan mengingat sistem penanggalan oleh leluhur bangsa Tiongkok kuno. Penanggalan Tiongkok didasarkan pada paduan 10 Batang Langit dan 12 Ranting Bumi. 12 Cap Ji Shio digunakan berpasangan dengan 12 Ranting Bumi. Karena ‘Bumi’ yang merupakan tempat berpijak, maka diambil unsur bagian bawah dari binatang yaitu kuku jari sebagai perlambang. Binatang berkuku jari genap dilambangkan sebagai unsur ‘Yin’ dan berkuku jari ganjil dilambangkan sebagai unsur ‘Yang’. Ular tidak memiliki kaki, maka yang diambil adalah lidahnya yang bercabang dua (unsur Yin). Karena itu muncul urutan tikus, harimau, naga, kuda, kera dan anjing sebagai unsur Yang (berkuku jari ganjil); sedang sapi, kelinci, ular, kambing, ayam dan babi sebagai unsur Yin (berkuku jari genap, kecuali ular). Pada masa itu, Yin melambangkan genap, sedang Yang adalah ganjil.

Perlu diketahui bahwa dalam Cap Ji Shio tikus berada pada urutan pertama berpasangan dengan 12 Ranting Bumi ‘Tzi’ yang mewakili waktu antara pukul 23 (hari sebelumnya dan dilambangkan sebagai unsur Yin) hingga pukul 01 (hari ini dan dilambangkan sebagai unsur Yang). Posisi pertama ini meliputi baik unsur Yin ataupun Yang. Tikus memiliki jumlah kuku jari kaki depan 4 (Yin) dan kaki belakang 5 (Yang), karena itulah tikus dipilih sebagai urutan pertama yang dianggap mewakili baik unsur Yin ataupun Yang.

Orang Tiongkok kuno menggunakan sistem perhitungan Batang Langit, Ranting Bumi dan Cap Ji Shio, tak lain bertujuan untuk memudahkan mengingat perhitungan tahun seperti halnya sekarang kita menggunakan penanggalan Masehi. Dikatakan sistem perhitungan ini telah ada sejak dinasti Xia (abad 21-abad 16 SM), tetapi pendapat ini masih diragukan. Yang lebih bisa dipastikan berdasarkan temuan galian kota kuno dinasti Shang bahwa sistem ini paling lambat telah ada pada jaman dinasti Shang (abad 16 – abad 11 SM). Kemudian baru pada jaman dinasti Qin (221 – 209 SM) dan Han (206 SM – 220 M) ditambahkanlah konsep ‘Wu Xing’ (lima unsur: emas, kayu, air, api, tanah) dalam Cap Ji Shio.

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa Cap Ji Shio telah ada bahkan sebelum kelahiran Buddha Gautama. Lalu, dari mana munculnya cerita dua belas binatang yang secara berurutan menjenguk Buddha Gautama saat menjelang Mahaparinirvana? Serta, bagaimana hal yang semula merupakan ilmu penanggalan bisa berubah menjadi ilmu meramal kehidupan atau karakter seseorang?

Ini tak terlepas dari peran umat awam sendiri yang tak memiliki pandangan benar. Mereka beranggapan bahwa ilmu yang rumit, mistis serta takhayul, diyakini sebagai ilmu ampuh pembawa keberuntungan dan kebahagiaan. Adakah kita umat Buddhis juga berpandangan bodoh seperti itu? Tak dipungkiri, ada orang yang memperoleh ketenangan pikiran dari kepercayaan secara membabi buta terhadap ramalan Cap Ji Shio ataupun Feng Shui, meskipun mungkin ketenangan itu hanya bersifat sementara saja. Secara psikologis, ketenangan pikiran dapat membantu kita mengenali inti permasalahan yang dihadapi, serta dari ketenangan pulalah akan dapat muncul jawaban atas permasalahan itu. Kalau kunci penyelesaian masalah terletak pada ketenangan pikiran, kenapa harus berputar jauh-jauh mempercayai ilmu ramalan, sedang Buddha Gautama sendiri telah mengajarkan secara langsung metode pengendalian dan penenangan diri?

Sebagai penutup, mari kita lihat kutipan Brahmajala Sutta berikut ini.

[ Maha Sila
26. Atau ia berkata : “Sementara beberapa petapa dan brahmana hidup dari makanan yang disediakan oleh umat yang berbakti, namun mereka masih tetap mencari panghasilan dengan mata pencaharian yang salah, yaitu dengan cara yang rendah sebagai berikut : menentukan hari baik untuk perkawinan, menentukan hari baik bagi mempelai pria dan wanita untuk pergi, menentukan hari baik untuk keharmonisan, ... Tetapi Samana Gotama tidak melakukan hal-hal tersebut.” ]

Perlu diketahui bahwa penentuan hari baik yang dimaksud dalam Sutta di atas itu akan dihubungkan dengan shio dalam perhitungan ramalan Cap Ji Shio. Dengan kata lain, shio kita menentukan hari baik kita. Sebagai umat Buddhis yang mengerti akan Jalan Mulia Berunsur Delapan, sesuaikah perilaku kita bila melakukan mata pencaharian salah dan rendah seperti tertulis di atas? Atau, bila kita sebagai umat Buddhis mempercayai ramalan Cap Ji Shio ataupun Feng Shui secara takhayul, berarti kita telah membantu menumbuhsuburkan mata pencaharian salah dan rendah, yang berarti pula kita telah membantu menjerumuskan orang lain melakukan mata pencaharian rendah tersebut.

Sekali lagi, mari kita kembangkan dan lestarikan budaya ilmu Feng Shui dan Cap Ji Shio secara ilmiah, bukan secara takhayul.

Sekarang, mengertikah kita akan apa dan mengapa Cap Ji Shio?

Majalah Sinar Dharma edisi 05 – Waisak 2548/2004
Referensi:
1. Buku berbahasa Mandarin: Li Shu Bai Wen Bai Da (Seratus Tanya Jawab Seputar Ilmu Penanggalan), editor: Tang Han Liang – Lin Shu Ying, Penerbit Jiangshu Kexue Jishu – China, 1995
2. Brahmajala Sutta, Badan Penerbit Buddhis Aryasuryacandra, 1990

  • andyjkt

    Tahayul ini tampaknya sudah merasuk terlalu jauh ke dalam pikiran kita khususnya etnis tionghoa sehingga tahayul ini menjadi lumrah dan biasa. Ini menjadi pr kita semua sebagai umat buddhist.

    Peace

  • johan3000

    Bagaimana kalau suami isteri yg shionya sama?
    1. Jelas tidak baik…. karna nanti isterinya terlihat cepat tua.
    2. Wah…. selisih 12 tahun itu nantinya isterli terlalu manja…

    Kalau dgn penjelasan Logika, bukankah bisa diterima?….

    Jangan beli rumah yg tusuk sate………….
    1. Banyak anginnya, maka banyak debunya….
    2. selain anak2 makan debu, pembantu akan capek mengelapnya….

    Ajaran Buddha adalah ajaran yg logika………..
    nah bagaimana kalau logika juga terdapat dalam Shio maupun Hongsui?
    Bolehkah diambil yg baik2 saja?

  • http://stan.zap3x.com Stanley Audrey

    Hidup dan masa depan kita yang tentukan sendiri, tidak ditentukan oleh takdir dan nasib maupun ramalan dan takhayul2 belaka

  • KuniSiriKo

    Segala sesuatu pasti ada sebab dan akibatnya janganlah kita menyalakan sesuatu yang kita ngak ngerti saudara2, karena ajaran dari “SANG BUDDHA” harus EHIPASIKO dan kita tidak boleh menyalakan atau memvonis yang kita ngak tau!

  • david

    memang susah di hapus kan dari masyarakat buddhis…seperti nya ini sudah menjadi darah daging dan perlu kerja sangat keras untuk meluruskan hal ini kepada umat buddha…bahkan masih banyak saudara2 kita yang masih belum bisa membedakan mana ajaran buddha dan mana ajaran kong hu cu….

  • Jonwin

    pernah saya baca di majalah intisari bahwasanya seseorang jika berdiam di ruangan dengan warna biru, detak jantungnya jauh lebih lambat dibandingkan dengan ruangan dengan warna merah.(merah simbol api, biru simbol air).
    ini kalo warna, dan bagaimana jika kita dimasukkan dalam ruangan berdinding segi tiga dan ruangan berdinding bulat. mereka mengunakan elemen api dan logam sebagai simbol.
    jadi pengertian saya bukan di tahun itu ada 12 binatangnya,tapi kondisi yg dimana tidak bisa dijelaskan dengan kata kata sehingga mengunakan simbol binatang untuk mengungkapkan kondisi tersebut.
    didalam sejarah tiga kerajaan(sam kok). zhuge liang mengunakan metode pak kua untuk strateginya. apakah orang genius ini mempercayai pak kua karena tahyul atau karena beliau telah mengerti logika pakkua. tetapi kita melihatnya sebagai tahyul.

  • tak sius

    orang timur pada umumnya tidak lepas dari budaya dan kepercayaan yang telah turun menurun di wariskan dari leluhurnya,anggapan tahyul ataupun logika dengan tidak logikanya denga cap jie siau tergantung individu itu menanggapinya,boleh saja tidak percaya tapi janganlah kita terlalu mempermasalahkannya karena itu adalah budaya mereka.Mari kita sebagai umat Buddha tanamkan rasa saling menghargai,mungkin dengan adanya cap jie siau dan ramalan-ramalan seseorang merasa lebih tenang maka biarkanlah mereka tersebut lagi pula tidak ada seorangpun yang bisa 100% mengetahui apa yang akan terjadi setelah kita meninggalkan dunia fana ini yang jelas di alam tempat kita hidup ini banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak bisa di jelaskan dengan logika

  • princess

    aku mau tanya neh tanggal lahir aku 1 januari 1970 sebenernya aku termasuk shio apa masuk ke ayam apa anjing? Aku agak bingung karena aku baca beberapa artikel bahwa (17 Februari 1969 – 5 Februari 1970) adalah ayam jago dan (6 Februari 1970 – 26 Januari 1971) adalah anjing tapi aku searching di mana2 kalau tahun 1970 itu adalah anjing, yang mana yang betul sebenarnya?? mohon bantanya, thanks

  • ananda

    Terlepas dari tahyul atau tidak,yang jelas hidup berdasarkan hitung menghitung bikin repot dan pusing,dan menimbulkan fitnah yang tidak berdasar.Kadang ada hal2 yang tidak logika bisa terjadi,tapi sebaiknya diabaikan saja,karena hal2 itu bisa menimbulkan fitnah.Lebih baik mempercayai yang jelas dan bisa dibuktikan secara ilmiah.

  • kaderi

    saya perlu gambar naga dan burung hong

  • Tjharlez

    Untuk Princess, kamu masih termasuk shio Ayam

  • letjin

    segala sesuatu yang baik dan buruk bisa di ambil hikmahnya terlepas dari segi apa orang menilainya…..ada yang menganggap bahwa hitungan2 shio takhayul tp ada juga yg menganggap itu ada benarnya….jadi biarlah pembelajaran dharma mereka belajar dari pengalamannya.

  • HKwok

    Feng shui dan cap ji shio itu memang berasal dari masyarakat cina, dan tidak ada kaitan sama sekali dengan agama Budha.. Karena banyaknya masyarakat cina yang ber-agama Budha, sehingga dihubungkan antara feng shui, cap ji shio dan agama budha itu sendiri..

    Menurut pandangan saya mengenai feng shui dan cap ji shio, saya sangat yakin arti yang terkandung di dalamnya, mengandung suatu tujuan dan manfaat yang baik untuk kita dan orang disekeliling kita, yang tidak semuanya dapat kita buktikan secara ilmiah..
    contohnya : pada umur kita 25 tahun(menurut kalender cina), kita akan menghadapi banyak masalah/rintangan dalam hal pekerjaan, kesehatan, hubungan asmara, dll..
    kalo kita melihat dari sisi ilmiah, contoh diatas adalah tahayul dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.. tetapi secara sadar atau pun tidak sadar, akan terjadi pada kehidupan kita..

    Oh iya.. ada kutipan yang cocok buat renungan bagi kita semua,
    percakapan antara Budha Gautama dengan suku Kalama, sbb :

    “Wahai, suku Kalama. Jangan begitu saja mengikuti tradisi lisan, ajaran turun-temurun, kata orang, koleksi kitab suci, penalaran logis, penalaran lewat kesimpulan, perenungan tentang alasan, penerimaan pandangan setelah mempertimbangkannya, pembicara yang kelihatannya meyakinkan, atau karena kalian berpikir, `Petapa itu adalah guru kami.
    Tetapi setelah kalian mengetahui sendiri, `Hal-hal ini adalah bermanfaat, hal-hal ini tidak tercela; hal-hal ini dipuji oleh para bijaksana; hal-hal ini, jika dilaksanakan dan dipraktekkan, menuju kesejahteraan dan kebahagiaan`, maka sudah selayaknya kalian menerimanya.” (Kalama Sutta; Anguttara Nikaya 3.65)”

  • IDAAYU

    APA SHIODANTERMASUK UNSURATO ELEMENAPASAYALAHIRTGL 16 JUNI 1971DAN USAHA APAYANG COCOKUNTUK SAYA

  • NURHAYATI

    SAYA LAHIRTANGGAL 16JUNI 1971APASHIODAN UNSUR APASAYASERTAUSAHAYANG COCOKUNTUK SAYA APA

  • heiyu

    ~ehipassiko~ :D
    dan
    jangan sampai fengshui/shio disalahgunakan dan membuat orang terlalu melekat padanya karena ada faktor lain yang lebih besar yang turut mempengaruhi selain fengshui/shio :)